This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Oktober 2023

GETARAN

 Getaran

adalah gerak yang terjadi secara bolak-balik di sekitar kesetimbangan . Syarat terjadinya getaran adalah benda mengalami kondisi diam apabila tidak menerima gaya gerak. Selain itu, jarak simpangan terjauh yang timbul secara bolak-balik akibat getaran, selalu sama bila diukur dari titik tengah. [1]      

Jenis getaran 

Getaran bebas  terjadi bila sistem mekanis dimulai dengan gaya awal, lalu dibiarkan bergetar secara bebas. Contoh getaran seperti ini adalah memukul garpu tala dan membiarkan bergetar, atau bandul yang ditarik dari keadaan setimbang lalu dibiarkan.  

Getaran paksa  terjadi bila gaya bolak-balik atau diterapkan pada sistem mekanis. Contohnya adalah getaran gedung pada saat gempa bumi . 

Analisis getaran [ sunting  |  sunting sumber ]

Dasar analisis getaran dapat dipahami dengan mempelajari model sederhana massa - pegas - peredam kejut . Struktur rumit seperti badan mobil dapat dimodelkan sebagai "jumlahan" model massa-pegas-peredam kejut tersebut. Model ini adalah contoh osilator harmonik sederhana .  

Getaran bebas tanpa peredam [ sunting  |  sunting sumber ]

Model massa-pegas sederhanal

Pada model yang paling sederhana redaman dianggap dapat diabaikan, dan tidak ada gaya luar yang mempengaruhi massa (getaran bebas).

Dalam keadaan ini gaya yang berlaku pada pegas F s sebanding dengan panjang peregangan x , sesuai dengan hukum Hooke , atau bila dirumuskan secara matematis:    

dengan k adalah pegas tetap.  

Sesuai Hukum kedua gaya Newton yang ditimbulkan sebanding dengan percepatan massa:    

Karena F = F s , kita mendapatkan persamaan diferensial biasa berikut:     

Gerakan harmonik sederhana sistem benda-pegas

Bila kita berasumsi bahwa kita memulai sistem getaran dengan pegas sejauh A kemudian melepaskannya, solusi atas yang memerikan gerakan massa adalah:  

Solusi ini menyatakan bahwa massa akan berosilasi dalam gerakan harmonis sederhana yang memiliki amplitudo A dan frekuensi f n . Bilangan f n adalah salah satu besaran yang terpenting dalam analisis getaran, dan disebut frekuensi alami takredam . Untuk sistem massa-pegas sederhana, f n didefinisikan sebagai:           

Catatan: frekuensi sudut ( ) dengan satuan radian per detik kerap kali digunakan dalam persamaan karena kesesuaian persamaan, tetapi besaran ini biasanya diubah ke dalam frekuensi "standar" (satuan Hz ) ketika menyatakan sistem frekuensi.    

Bila massa dan diketahui kekakuan (tetapan k ) frekuensi sistem getaran akan dapat ditentukan menggunakan rumus di atas. 

Getaran bebas dengan redaman [ sunting  |  sunting sumber ]

Model Peredam Pegas Massal

Bila peredaman diperhitungkan, berarti gaya peredam juga berlaku pada massa selain gaya yang disebabkan oleh peregangan pegas. Bila bergerak dalam fluida benda akan mendapatkan peredam karena kekentalan fluida. Gaya akibat kekentalan ini sebanding dengan kecepatan benda. Konstanta akibat kekentalan (viskositas) c ini disebut koefisien peredam, dengan satuan N s/m (SI)    


Dengan menjumlahkan semua gaya yang berlaku pada benda kita mendapatkan persamaan

Solusi persamaan ini tergantung pada besarnya redaman. Bila redaman cukup kecil, sistem akan tetap bergetar, tetapi pada akhirnya akan berhenti. Ini disebut kurang redam, dan merupakan kasus yang paling mendapat perhatian dalam analisis vibrasi. Bila peredaman diperbesar sehingga mencapai titik saat sistem tidak lagi berosilasi, kita mencapai titik redaman kritis . Bila penambahan ditambahkan melewati titik kritis sistem ini disebut dalam keadaan lewat redam. 

Nilai koefisien redaman yang diperlukan untuk mencapai titik redaman kritis pada model massa-pegas-peredam adalah:

Untuk mengkarakterisasi jumlah peredaman dalam sistem yang digunakan nisbah yang disebut nisbah redaman . Nisbah ini adalah pengukuran antara peredaman sebenarnya terhadap jumlah peredaman yang diperlukan untuk mencapai titik redaman kritis. Rumus untuk nisbah redaman ( ) adalah 

Misalnya struktur logam akan memiliki nisbah redaman lebih kecil dari 0,05, sedangkan suspensi otomotif akan berada pada selang 0,2-0,3.

Solusi sistem kurang redam pada model massa-pegas-peredam adalah


Nilai X , amplitudo awal, dan , fase ingsutan , ditentukan oleh panjang regangan pegas.   

Dari solusi tersebut perlu diperhatikan dua hal: faktor eksponensial dan fungsi cosinus. Faktor eksponensial menentukan seberapa cepat sistem teredam: semakin besar nisbah redaman, semakin cepat sistem teredam ke titik nol. Fungsi kosinus melambangkan sistem osilasi, tetapi frekuensi osilasi berbeda dari kasus tidak teredam.

Frekuensi dalam hal ini disebut "frekuensi alamiah teredam", f d , dan berhubungan dengan frekuensi alamiah takredam lewat rumus berikut. 

Frekuensi alamiah teredam lebih kecil daripada frekuensi alamiah takredam, tetapi untuk banyak kasus praktis nisbah redaman relatif kecil, dan karenanya perbedaan tersebut dapat diabaikan. Karena itu deskripsi teredam dan takredam kerap kali tidak disebutkan ketika menyatakan frekuensi alamiah.









Minggu, 01 Oktober 2023

KELOMPOK 3 SISTEM PERNAFASAN


 

*Kelompok 3*
8A -Kelompok 3 oleh Sigit Suryono

KELOMPOK 4 SISTEM EKSKRESI


 

*Kelompok 4*
IPA Kelompok 4 (Sistem Ekskresi) oleh Sigit Suryono

KELOMPOK 1 SUMBER SUMBER MAKANAN




 

*Kelompok 1*
8A -Kelompok 1 - Sumber-sumber makanan oleh Sigit Suryono

KELOMPOK 5 SISTEM PEREDARAN DARAH


 

*Kelompok 5*
8A -Kelompok 5 - SISTEM PEREDARAN DARAH oleh PELANGI ANGELIA PRATISTA

KELOMPOK 2 SISTEM PENCERNAAN MAKANAN





*Kelompok 2*
8A - Kelompok 2 - Sistem Pencernaan Makanan by Sigit Suryono*

Minggu, 24 September 2023

PESAWAT SEDERHANA

 Pesawat sederhana








merupakan alat mekanik yang bisa mengubah arah atau besaran dari sebuah gaya. Lebih simpelnya, pesawat sederhana adalah alat yang digunakan untuk mempermudah melakukan usaha atau pekerjaan. Jenis-jenis pesawat sederhana ada empat, yaitu katrol, roda berporos, bidang miring, dan pengungkit.

1.  Katrol

Katrol adalah roda yang sekelilingnya diberi tali dan biasanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia untuk menarik beban.

Secara umum, ada tiga macam katrol, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.

Katrol tetap adalah katrol yang poros pada katrol sudah dipasang tetap dan enggak berpindah-pindah tempat.

Hal ini membuat gaya kuasa yang dikeluarkan akan bernilai sama dengan berat bebannya.

Katrol bebas merupakan jenis katrol yang berkebalikan dengan katrol tetap, poros katrol ini akan berpindah mengikuti gerak bebasnya ketika bekerja.

Katrol bebas porosnya enggak dipasang di tempat yang tetap sehingga katrolnya akan terus berpindah dan bergerak bebas ketika digunakan.

Katrol bebas memiliki gaya kuasa yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat bebannya.

Sedangkan katrol majemuk merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas, di bagian atas katrol ini adalah katrol tetap lalu di bagian bawahnya terpasang katrol bebas yang dihubungkan dengan tali untuk mengangkat benda.



2. Roda

Roda adalah benda yang umum dijumpai dalam keseharian karena bisa membantu meringankan pekerjaan manusia.

Roda adalah jenis pesawat sederhana yang bisa menggunakan prinsip menghubungkan roda ke sebuah poros yang bisa diputar dalam secara bersamaan.

Roda bisa memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk menggeser suatu benda dengan meminimalkan gaya gesek.

Roda berporos biasanya diterapkan dalam transportasi darat, gerobak, setir mobil, hingga kendali kapal.

Roda adalah jenis pesawat sederhana yang bisa menggunakan prinsip menghubungkan roda ke sebuah poros yang bisa diputar dalam secara bersamaan.

Roda bisa memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk menggeser suatu benda dengan meminimalkan gaya gesek.

Roda berporos biasanya diterapkan dalam transportasi darat, gerobak, setir mobil, hingga kendali kapal.

3. Bidang Miring

Bidang miring merupakan pesawat sederhana yang berupa papan/bidang yang dibuat miring supaya bisa memperkecil usaha ketika memindahkan beban yang berat.

Ketika objek dipindahkan ke jarak yang lebih besar, maka gaya yang diperlukan jadi lebih kecil. Makin landai bidang miring, maka akan memperkecil juga gaya yang dihasilkan.

Sebaliknya, jika bidang miringnya makin curam maka gayanya akan makin besar.

Prinsip bidang miring banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya jalan pegunungan yang dibuat berkelok-kelok, tangga berputar, pisau, kapak, hingga sekrup.

4. Pengungkit

Pengungkit adalah pesawat sederhana yang dibuat dari sebatang benda yang keras dan digunakan untuk mengangkat dan mencongkel benda.

Pengungkit bisa memudahkan usaha dengan cara menggandakan gaya kuasa dan mengubah arah gaya.

Pengungkit berukuran panjang atau besar bisa ditemukan dalam jungkat-jungkit, linggis, sekop, dan lain sebagainya.

Beberapa peralatan sehari-hari juga menggunakan prinsip pengungkit adalah gunting, pembuka botol, tusuk gigi, hingga pinset.