This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2024

Rabu, 27 Maret 2024

TUGAS KELOMPOK 2

Minggu, 07 Januari 2024

CARA PEMISAHAN CAMPURAN

 

Pemisahan campuran dengan cara filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikel antara pelarut dengan cara pelarutnya. Ketika terdapat dua molekul zat yang berbeda, maka kita bisa melakukan pemisahan campuran dengan cara menyaring atau filtrasi.

Filtrasi sendiri memang merupakan salah satu cara pemisahan campuran untuk memperoleh zat murni dari campuran tersebut. Selain itu, masih adalah berbagai cara pemisahan campuran lainnya seperti distilasi, absorpsi, kromatografi, ekstraksi, kristalisasi, hingga sublimasi.

Setiap metode pemisahan campuran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil pemisahan yang optimal.

Mengenal Apa Itu Pemisah Campuran dengan Filtrasi?

Filtrasi adalah salah satu metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan zat padat dari zat cair atau gas dengan menggunakan media penyaring atau filter. Pemisahan campuran dengan cara filtrasi adalah dengan memisahkan partikel padat yang terlarut dalam zat cair atau gas dengan memanfaatkan sifat-sifat fisika partikel tersebut.

Proses filtrasi dilakukan dengan menempatkan campuran zat padat dan zat cair atau gas pada media penyaring atau filter. Zat padat yang terlarut dalam zat cair atau gas akan tertahan oleh media penyaring atau filter, sedangkan zat cair atau gas akan melewati media penyaring atau filter dan terpisah dari zat padat.

Dilansir dari skripsi terbitan Universitas Diponegoro berjudul Pengaruh Perbedaan Tekanan Terhadap Kinerja Plate and Frame Filter Press Pada Filtrasi Ampas Tahu oleh Cindy Ferdiwinata Siringoringo, proses filtrasi banyak dilakukan di industri, misalnya pada pemurnian air minum, pemisahan kristal garam, pada pabrik kertas, dan lain sebagainya.

Metode Pemisah Campuran Lainnya

Pemisahan campuran dilakukan untuk memperoleh bahan murni yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Bahan murni ini memiliki kemurnian yang tinggi dan bebas dari kontaminasi sehingga dapat digunakan dalam produksi obat-obatan, kosmetik, dan bahan kimia lainnya.

Pemisahan campuran dilakukan untuk menghilangkan kontaminasi dalam campuran. Dalam hal ini, kontaminasi dapat menurunkan kualitas dari suatu campuran yang bisa berpotensi untuk menimbulkan bahaya.

Selain menggunakan metode penyaringan atau filtrasi, pemisahan campuran bisa dilakukan dengan berbagai metode lainnya. Dilansir dari skripsi berjudul Peningkatan hasil belajar peserta didik MTs NU Nurul Huda Mangkang dengan pendekatan keterampilan proses melalui praktikum pada materi pemisahan campuran oleh Rayem Prikhatini dari Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, berikut adalah metode pemisah campuran lainnya.

1. Sublimasi

Sublimasi adalah metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan untuk menggunakan metode ini adalah dengan menggunakan bahan yang mudah untuk menyublim, seperti kamfer dan iod.

2. Kristalisasi

Kristalisasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu campuran. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dalam titik beku.

Campuran yang terdiri dari zat padat yang dapat membentuk kristal dapat dipisahkan dengan cara mengkristalisasikan salah satu zatnya. Kristalisasi memiliki dua cara, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.

3. Destilasi

Destilasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang memiliki titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan ini adalah titik didih yang berbeda antara kedua jenis zat yang terlarut.

Metode ini sangat efektif untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua cairan dengan titik didih yang berbeda. Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi adalah pengolahan air laut menjadi garam.

4. Ekstraksi

Ekstraksi adalah metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut tertentu.

5. Absorbsi

Absorbsi adalah metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengabsorbsi. Cara ini biasanya digunakan untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme serta untuk memutihkan gula yang berwarna coklat karena ada kotoran di dalamnya.

6. Kromatografi

Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).

Metode ini memanfaatkan perbedaan afinitas atau daya tarik antara komponen campuran dengan fase diam dan fase gerak. Kromatografi dapat digunakan untuk memisahkan campuran yang sangat kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana.

Jadi, pemisahan campuran dengan cara filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikel antara pelarut dengan zat terlarutnya. Demikianlah pembahasan mengenai pemisahan campuran dengan cara filtrasi dan berbagai cara lainnya, semoga artikel ini bisa membantu.








Selasa, 03 Oktober 2023

CAMPURAN

 Ternyata di sekitar kita banyak zat-zat berbentuk campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat dan enggak membentuk zat yang baru.

Inilah yang membedakan antara campuran dan senyawa, meski secara fisik terlihat berbeda dengan zat penyusunnya.

Namun, campuran bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusun dengan metode yang tepat, tanpa harus melakukan perubahan kimia pada campurannya.

Sifat campurannya sama dengan sifat zat-zat pembentuknya, misalnya larutan gula yang dibuat bisa membawa sifat udara dan juga sifat gula.

Inilah yang membuat campuran kita harus mengetahui sifat bawaan setiap zat penyusunnya agar dapat menentukan cara yang tepat untuk diskonnya.

Mengenal campuran dianggap sangat mudah, dan bisa kamu lihat dengan setumpuk sampah yang ada di rumahmu.

Campuran ini berasal dari berbagai zat yang berkumpul menjadi satu kesatuan yang akan dipisahkan berdasarkan jenis dan kelompoknya berdasarkan jenisnya.

Selain sampah, udara yang kalian hirup sehari-hari bisa berupa campuran dari berbagai gas yang ada di alam yang akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung.


 1. Larutan

Larutan adalah jenis campuran yang paling mudah dikenal dan terbentuk dari zat yang dilarutkan ke dalam zat pelarutnya.

Dalam larutan gula, gula bisa larut dalam udara sehingga udara disebut sebagai zat pelarut gula.

Larutan baseball hanya terbentuk dari zat padat yang dilarutkan dalam zat cair, dan bisa terbentuk dengan melarutkan zat cair dengan zat cair, atau zat gas ke dalam zat cair.

Ketika larut, zat terlarut tidak akan hilang begitu saja karena bisa ditimbang zat terlarut dan zat larut sebelum dicampurkan.

Massa larutan merupakan jumlah dari massa zat terlarut dan pelarutnya.

Larutan memiliki konsentrasi tertentu berdasarkan jumlah zat terlarut yang ditambahkan dalam zat pelarut dengan volume tertentu.

Suatu larutan dikatakan sebagai larutan encer jika jumlah zat terlarutnya sedikit.

Namun, jika zat terlarut terus ditambah maka larutannya akan berubah menjadi larutan pekat.

Zat terlarut yang terus ditambahkan sampai ke titik tertentu sampai zat pelarut tidak bisa lagi melarutkannya maka larutannya disebut dengan larutan jenuh.


 2. Penangguhan

Campuran antara udara dan pasir enggak disebut sebagai larutan tapi suspensi.

Partikel gula dalam larutan gula relatif berukuran sama dengan partikel udara sebagai pelarutnya, sehingga gula dapat dilarutkan dengan sempurna.

Suspensi pasir, partikel pasir lebih besar sehingga ketika diaduk terlihat ada di antara zat pelarutnya.

Jika suspensi ini diamkan selama beberapa waktu, pasir akan terpisah lagi dengan udara dan membentuk endapan di dasar gelas.

Contoh suspensi misalnya beberapa jenis obat-obatan dan minyak kucing.



3.Koloid

Campuran koloid adalah jenis campuran di antara larutan dan suspensi.

Meski memiliki sifat yang hampir mirip dengan suspensi, ketika campuran koloid diamkan, kemampuan menahan zat terlarut relatif lebih lama dibandingkan suspensi.

Tipe-tipe koloid adalah sol, emulsi, busa, gel, aerosol, dan aerosol padat.

Senin, 02 Oktober 2023

SENYAWA

 senyawa diartikan sebagai suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.

Contoh senyawa yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Udara merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H20. Melalui reaksi kimia, udara dapat dikembalikan menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, namun pada saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat 


Penamaan Rumus Senyawa

Pemberian nama suatu senyawa dengan cara menuliskan nama unsur logam terlebih dahulu, diikuti nama unsur non logam dan diakhiri -ida.

Apabila senyawa terdiri atas unsur-unsur non logam, penamaan senyawa menggunakan awalan yang menyatakan jumlah atom unsur penyusun. Awalan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Jumlah unsur 1 : Mono

Jumlah unsur 2 : Di

Jumlah unsur 3 : Tri

Jumlah unsur 4 : Tetra

Jumlah unsur 5 : Penta

Jumlah unsur 6 : Heksa

Jumlah unsur 7 : Hepta

Jumlah unsur 8 : Okta

Jumlah unsur 9 : Nano

Jumlah unsur 10 : Deka

Contoh penamaan senyawa:

- N2O3 (dinitrogen trioksida)

- NaCl (natrium klorida)

- PCl5 (fosfor penta klorida)

Jenis-jenis Senyawa

Berdasarkan asal pembentuknya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.  

1. Senyawa Organik

Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya.

Sifat senyawa organik tidak mudah larut udara, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang bersifat organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung mudah terbakar.

2. Senyawa Anorganik


ri sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam udara dan cenderung tidak mudah terbakar.

Contoh Senyawa Organik dan Anorganik

- Contoh senyawa organik: gula (C12H22011), alkohol (C2H3OH), dan urea (CO(NH2)2).

- Contoh senyawa anorganik: udara (H2O), garam (NaCl), karbondioksida (CO2), CaCo3 (Kalsium Karbonat), NaOH (Natrium Hidroksida), dan SiO2 (Silikon Dioksida).

Nah itulah pengertian, jenis dan contoh senyawa. Selamat belajar ya, detikers! berubah menjadi cair.









UNSUR

 

Pengertian Tidak Pasti

Tidak diragukan lagi  adalah zat tunggal yang tidak dapat dijelaskan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Untuk mempermudah pemahaman, mari ambil contoh air seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Udara adalah zat murni yang tersusun atas oksigen dan hidrogen. Oksigen dan hidrogen tersebutlah yang merupakan unsur-unsur dalam udara. Unsur-unsur tersebut tidak dapat dijelaskan lagi agar menjadi lebih sempurna.

Sejauh ini para ahli menyatakan bahwa ada lebih dari 110 unsur. Sebagian besar unsur yang diketahui adalah unsur alami dan sisanya adalah unsur buatan.

Unsur alami adalah unsur yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan unsur buatan adalah unsur yang dengan sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai macam keperluan.

Lambang Tidak

Tidak biasanya ditulis dalam lambang. Tujuan penggunaan lambang unsur atau simbol unsur adalah agar mudah ditulis, dipelajari, dan dihafal. Awalnya para ilmuwan telah membuat lambang unsur yang dikaitkan dengan benda langit, sebagaimana dijelaskan dalam buku Seri IPA Kimia 1 SMP Kelas VII oleh Crys Fajar Partana.  

Namun ternyata penggunaan lambang unsur dengan model seperti itu cukup sulit untuk didokumentasikan dan dihafal. Oleh karena itu, ilmuwan kembali mencari lambang yang lebih mudah dan sederhana, yakni lambang yang digunakan hingga saat ini.

Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang merupakan usul dari JJ Berzelius (1779-1848). Ia mengusulkan untuk memberikan lambang berdasarkan huruf huruf yang terdapat pada nama latin unsur tersebut 

  Adapun aturan penulisan lambang tidak sebagai berikut:

  • Jika terdiri dari satu huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari satu huruf adalah B (Borium), C (Karbonium), H (Hidrogenium), U (Uranium), N (Nitrogenium), dan K (Kalium).
  • Jika terdiri dari dua huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin, kemudian disusul dengan huruf kecil dari salah satu nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari dua huruf adalah Ar (Argon), Ag (Argentum), Al (Aluminium), Si (Silicium), Sn (Stanum), dan Ca (Calcium).
  • Jika terdiri dari tiga huruf, maka lambangnya ditentukan oleh Komite Internasional IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) berdasarkan rangkaian huruf awal sesuai dengan nomor unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari tiga huruf adalah Uuu (Unununium), Uub (Ununbium), Uut (Ununtrium), Uuq (Ununquadium), dan Uup (Ununpentium).